Minggu, 20 Maret 2011

Khasiat Tanaman Indonesia (seri III)

Dunia tengah menoleh ke Herbal. Negara-negara maju melirik herbal untuk pengobatan beragam penyakit. Konsumsi obat tradisional di China mencapai 50% dari total konsumsi di bidang kesehatan. Bayangkan 80% penduduk benua Afrika menggunakan obat tradisional untuk menjaga kesehatan. Malaria yang endemic Afrika terutama di Ghana, Mali, Nigeria, dan Zambia, juga diobati dengan ramuan tradisional.

Di benua biru Eropa dan Afrika selatan, 75% penderita HIV/AIDS memanfaatkan obat tradisional untuk meningkatkan kesehatan mereka. Singkat kata Negara-negara di berbagai belahan dunia kini bersandar pada herbal. Bagaimana dengan Indonesia?? Herbal bukan baru dikenal abad ini. Sejak belasan abad lampau nenek moyang kita telah menggunakan beragam herbal untuk menjaga kesehatan.
Mari menengok candi Borobudur. Disana terdapat relief yang menggambarkan pemanfaatan herbal. Serat chentini yang ditulis pada abad ke-6 juga mengungkap khasiat herbal. Itu artinya herbal digunakan mastyarakat secara turun temurun alias lintas generasi sehingga relatif aman. Keamanan itu ditunjang dengan sumber bahan baku yang melimpah. Sebagai Negara megabiodiversitas, kita mempunyai 30.000 spesies tumbuhan, lebih dari 940 diantaranya berkhasiat obat.


Dalam blog ini berikut diulas khasiat tanaman obat Indonesia seri III yang sudah didahului dengan seri I dan seri II, bukan hanya sekedar mengulas jenis-jenis tumbuhan obat, tetapi juga dilengkapi dengan senyawa aktif yang berperan dalam penyembuhan sekaligus mekanisme proses penyembuhan suatu penyakit. Senyawa aktif dan proses penyembuhan itu terungkap melalui uji ilmiah baik in vivo maupun in vitro. Dengan demikian konsumen herbal semakin yakin akan khasiat tanaman obat itu.

Kunyit
Nama
Local
Kunyit, kunir, koneng, koneng temen, temu kuning, konye (jawa), kunit, janar henda, kunyit , cahang, dio,kalesiau (Kalimantan), kakunye, kunyet, kuning, hunik, odil,ondil, kondin, under, kunyit,jiten (Sumatra) uinida, kuni, hamu, alawahu, kolalahu, pagidon, uni, kunyi, unyik, nuyik (Sulawesi).

Latin
Curcuma longa.
Asing
Turmeric (Inggris)

Kegunaan
Digunakan sebagai penyedap dan pewarna kuning dalam makanan. Kurkumin banyak digunakan sebagai penguat rasa pada industry makanan
Bagian yang digunakan untuk herbal
Rimpang
Efek herbal
Menjaga stamina, hepatoprotektor, diuretic, antioksidan, antiradang, immunomodulator, dan anti kanker.
Empiris
Rimpang kulit digunakan untuk menurunkan tekanan darah, obat malaria, obat cacing, obat sakit perut, memperbanyak ASI, stimulant, mengobati keseleo, memar dan rematik. Rimpang bersifat antiinflamasi, antihiperkolesterolemia, antioksidan, antiproliferatif, dan antitumor. Selain itu, juga bias digunakan untuk meredakan batuk dan antikejhang. Pemberian kunyit bersama obat atau bahan lain juga menimbulkan interaksi tertentu. Kunyit meningkatkan aktivitas obat antikoagulan atau mengurangi penggumpalan sehingga dapat menyebabkan meningkatnya resiko pendarahan.
Senyawa aktif
Minyak asiri (3-5%) terdiri dari alpha dan beta tumerone yang menyebabkan bau khas pada kunyit, aril-tumeron, artumerone, alpha dan beta atlantone, kurlon kurkumol, zingiberen, bisabolen, seskuifellanderen, aril kurkumen, humulen. Selain minyak asiri ada kelompok senyawa kurkuminoid (3-5%) terdiri dari kurkumin, dimetoksi kurkumin, desmetoksikurkumin, bisdemetoksi kurkumin, dihidrokurkumin, natrium kurkuminat (NaC), Diasetil kurkumin (DAC), trietil kurkumin (TEC), tetra hidro kurkumin (THC), Asam ferulat(FA). Lalu ada arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin, dammar. Golongan mineral dalam kunyit adalah magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbale, seng kobalt, alumunium dan bismuth.

Bukti ilmiah
Antikanker
Aktivitas anti kanker kurkumin telah banyak diteliti secara in vitro dan in vivo. Kurkumin merupakan turunan diferuloilmetana dan diketahui memiliki aktivitas anti tumor. Aktivitas ini dikaitkan dengan kemampuannya sebagai penghambat CO, perangsang apoptosis maupun cell cycle arrest dengan mempengaruhi produk gen penekan tumor maupun onkogen. Kurkumin menginhibisi profilerasi dan pertumbuhan sel melalui induksi fase S dan fase G2/M dari cell cycle arrest. Pada dosis rendah kurkumin menginduksi fase G2/M cell cycle arrest. Pada dosis tinggi kurkumin meningkatkan G2/M cell cycle arrest. Selain itu, kurkumin juga bekerja sebagai antioksidan, penghambat karsinogenesis, penghambat profilerasi sel, antiestrogen, dan antiangiogenesis.
Antiangiogenesis merupakan mekanisme penting dalam pengobatan kanker. Angiogenesis adalah pertumbuhan pembuluh darah baru. Ini diperlukan oleh sel tumor sebagai saluran penyedia nutrient, oksigen dan sirkulasi kotoran agar dapat terus tumbuh dan menyebar. Kurkumin menahan kanker dengan antiangiogenesis alias menghambat laju penambahan pembuluh darah baru.
Bagaimana cara kurkumin bekerja? Belum ada penjelasan pasti tentang hal ini, namun dugaan kuat kurkumin dapat berikatan dengan enzim aminopeptidase N (APN) dan menghambat aktifitas enzimatik. Aminopeptidase N adalah enzim yang terdapat pada jaringan membrane. Enzim ini bertanggung jawab terhadap proses pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis) dan pertumbuhan sel tumor. APN bias membongkar protein pada permukaan sel/jaringan tubuh. Pada saat inilah sel kanker bisa masuk dan menggantikan kedudukan sel normal sehingga terjadi pertumbuhan tak terkendali. Dugaan sementara ikatan tak jenuh (ikatan rangkap), alfa beta disekitar gugus keton pada kurkumin membentuk ikatan kovalen dengan dua nukleofil asam amino yang terdapat pada stus aktif APN dan mampu menghambat aktifitasnya secara tak dapat balik (irreversible).

Antibakteri
Diantara tanaman anggota family Zingiberaceae, kunyit terbukti mengandung zat kurkumin paling tinggi. Kurkumin, pigmen kuning dalam umbi kunyit terbukti memiliki berbagai aktivitas formokologi penting: antioksidan, antiinflamasi, anti-HIV, antiparasit, dan berpotensi sebagai antikanker. Termasuk parasit adalah hewan dari golongan Nemathelmintes (cacing). Kurkumin menunjukan aksi penghambatan karsinogenik pada kulit, usus, dan lambung.
Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah koloni bakteri E. coli cenderung menurun dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak rimpang kunyit. Makin tinggi ekstrak makin tinggi kandungan kurkumin di dalamnya. Walaupun belum diketahui bagaimana mekanisme kerjanya, tetapi bisa diambil kesimpulan, bahwa kurkumin, Kristal yang mudah larut dalam alcohol dan air panas itu mempunyai kekuatan anti bakteri.

Antikembung, antidiare
Kurkumin dalam rimpang kunyit juga bekerja sebagai anti bakteri, mematikan kuman dan menghilangkan rasa kembung. Kurkumin merangsang kerja dinding empedu untuk mengeluarkan lebih banyak cairan pemecah lemak. Minyak asiri dalam kunyit juga berfaedah mengurangi gerakan usus sehingga kunyit juga berlaku sebagai antidiare.

Antiinflamasi (mengurangi pembengkakan)
Trietil kurkumin (TEC) dikenal sebagai senyawa yang memiliki aktifitas antiinflamasi paling aktif dibandingkan senyawa lainya. Ia bekerja dengan cara menghambat mekanisme dan metabolism asam arakhidonat. Asam arakhidonat adalah suatu jenis asam lemak yang merupakan prekusor dalam biosintesis leukotriene, prostaglandin, dan thromboxane. Adanya senyawa kurkumin menghambat sintesis prostaglandin-2. Dengan demikian mekanisme kurkumin sebagai antiinflamasi adalah dengan menghambat fase lipooksigenase dan siklooksigenase.


Artikel Terkait